Blog Posts - Korrie Layun Rampan



Upacara, Juga Keberpulangan

Kali pertama membaca novelnya, “Upacara,” saat saya masih kelas 1 SMA Purwodadi. Beruntung ibu, yang lulusan SMA BC Purwodafi, mewariskan “Azaz-Azaz Ilmu Bangsa-Bangsa” nya Ali Basja Loebis yang berejaan van Ophuijsen. Om Kart...
by imamsamroni on Nov 22, 2015

Meria

SENJA jatuh di halaman. Begitu takzim bunga-bunga menadahkan senja pada kelopak dan wewangian yang harus seluruhnya memenuhi kuntum. Kediaman yang sunyi pada daun-daun lili seakan keindahan mimpi perawan. Bunda dan senja, bersatu dalam warna dan...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 20, 2015

Matahari Akhir Pebruari

RAKIT-RAKIT dan jung termangu di pantai. Arus yang biasanya deras seakan enggan menghanyutkan diri. Di kejauhan, di pelabuhan, tinggal beberapa tiang layar mengacung sepinya sendiri. Kapal-kapal yang menyauh di dermaga, setia menerima angin yang lela...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 19, 2015

Korrie Layun Rampan, Keteguhan Sang Penyair di Jalan Sepi dan Pesan Kepada Penerbit

USIADi laut kebar layar, silhuet gemetarDi darat tunas tunas tumbuh, tunggul terbakar.Bianglala, keranda diusungDuka, bayang bayang murung(Korrie Layun Rampan, 1975)Sajak "Usia" dari penyair Korrie Layun Rampan itu dinukil dari sajak-sajak Korrie yan...

Pengarang dan Honorarium

Pada zaman Orde Baru pernah terjadi boom ekonomi bagi pengarang, penulis, dan sastrawan Indonesia dalam Proyek Inpres.Waktu itu, pengarang diberi kebebasan menulis dan menerbitkannya. Maraklah penerbit di semua provinsi dan lahir para pengarang muda.


Trending Topics

Close